Angkringan Konseling

Angkringan Konseling Edisi Bulan Oktober 2019
Angkringan Konseling Edisi Bulan November 2019
Angkringan Konseling Edisi Bulan Desember 2019
Angkringan Konseling Edisi Bulan Januari 2020



Notulen Angkringan Konseling Edisi Januari 2020

Generasi Alpa : lahir pada tahun 2011 sampai 2025

  • Generasi yang sangat terdidik karena masuk sekolah lebih awal dan banyak belajar, orang tua kaya dengan sedikit saudara kandubng.
  • Sejak dini sudah familiar dengan gadget seperti smartphone atau leptop.
  • Ketergantungan teknologi pada generasi alpa.
  • Sangat membutuhkan peran dan kasih sayang orang tua.
  • Butuh strategi khusus untuk mendidik anak.

Kekurangan :

  • Kurangnya nilai moral, etika, adat istiadat.

Tips mendidik anak generasi alpa:

  • Menanamkan nilai dari kegiatan sehari-hari
  • Melibatkan anak pada aktivitas sosial
  • Menerapkan gaya pengasuhan yang berwibawa.
  • Meningkatkan daya juang.
  • Meningkatkan life skill dirumah.
  • Perbanyak komunikasi verbal

Cara memimpin generasi milinial:

Memberi kepercayaan dengan cara hal yang menantang.

Fungsi guru BK era milineal:

  • Menjadikan siswa masa kini tetap bermental milenial yang disertai karakter dengan akhlak yang baik.
  • Tingkat individualisme yang tinggi menmyebabkan siswa merasa masalah bisa teratasi sendiri.
  • Pendidikan karakter sangat berhubungan erat dengan BK. Sehingga membutuhkan bimbingan dan arahan secara moral.
  • Melepaskan stereotipe guru BK
  • Kompetensi guru bk
  • Melejitkan potensi siswa
  • Guru Bk sebagai fasilitator bahwa manusia itu berkembang dan belajar (fungsi transisi).

 

Angkringan Konseling Edisi Bulan April 2020


Notulen Angkringan Konseling Edisi April 2020

Tema “ Kontribusi Mahasiswa Dalam Pencegahan Covid-19”

Absen :

  • Laras
  • Abdul Wahid
  • Atik Mustiati
  • Erja Satria A
  • Ilham Sh
  • Tiara
  • Zulfa Nurul U
  • Lia Ameliani
  • Dewi Murtisari
  • Imam Setiawan
  • Akgmad Shohibul i
  • Siti Noor Hidayati
  • Syarifaturrahman Rarachan
  • Jumanto

Sejarah virus yang terjadi :

Pada 1984 para ilmuwan mengidentifikasi human immunodeficiency virus atau HIV, sebagai virus yang menyebabkan AIDS. Di tahun yang sama, virus ini setidaknya menewaskan lebih dari 5.500 orang di AS. Kemudian Pada tahun 2002 terjadi pertama kali virus SARS di Tiongkok, menyebar ke beberapa negara lain, kemudian Epidemi Ebola terjadi pada 2014 di Afrika Barat. Saat itu merupakan wabah Ebola terbesar yang pernah tercatat. Kemudian pada tahun 2016 WHO menetapkan Zika sebagai Global Health Emergency. Dan sekarang pada tahun 2019 bulan desember munculnya virus Corona yang berawal dari kota wuhan China dan menyebar ke Negara lain.

Gejala virus Corona

  • Demam;
  • Batuk dan pilek;
  • Gangguan perbafasan, sakit tenggorokan, letih dan lesu;

 

6 kelompok yang rentan terkena /terpapar virus Corona sebagai berikut:

  • Petugas medis;
  • Orang yang tinggal serumah dengan penderita Covid-19;
  • Orang yang bepergian dalam satu angkutan;
  • Tamu yang berada dalam satu ruangan dengan penderita Covid-19;
  • Orang yang merawat dan menunggu pasien di ruangan;
  • Orang yang bekerja dengan penderita Covid-19;

 

  • Contoh:

Orang dawe yang datang dari perantauan dan terpapar virus corona dengan gejala batuk dan pilek. Kemudian setelah itu dia melakukan isolasi mandiri dan melakukan test. Test 1 dalam 14 hari dai dinyatakan negative dan tetangganya kemudian menjenguk kerumahnya karena itu bisa dikatan sebagai budaya mereka. Kemudian pada test 2 dia dinyatakan positif maka dari itu tetangganya dan keluarganya yang menjenguk dan merwat merukan salah satu kelompok yang rentan terkena Covid-19.

Definisi Operasional Covid-19

  • PDP = Pasien Dalam Pengawasan
  • ODP = Orang Dalam Pengawasan
  • OTG = Orang Tanpa Gejala
  • PP = Pelaku Perjalanan

Isu-isu yang terkait dengan wabah virus corona:

  • Seseorang yang tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya tapi mereka merasa sok tau akan kejadian yang sedang terjad . contoh ( berita tentang siswa dari Notuna yang di pulangkan).
  • Mengabaikan himbauan pemerintah denga alasan ceremonial keagamaan;
  • Stigma negative pada penderita dan korban. Contoh: perawat yang meninggal karena terpapar virus corona dan pemakaman jenazahnya ditolak oleh masyarakat setempat yang berada di Salatiga.

 

Peran mahasiswa dalam menyikapi wabah virus Corona :

  • Tidak melakukan penyebaran berita hoax;
  • Menyabarkan berita yang positif dan dijamin kebenarannya;
  • Menjadi pendidik/contoh bagi masyarakat untuk meluruskan suatu informasi yang sebenarnya terjadi;
  • Disiplin menjaga jarak :
  • Tidak bersalaman atau melakukan sentuhan fisik;
  • Belajar, bekerja dan beribadah dari rumah;
  • Menghindari kerumunan;
  • Tidak mengadakan kegiatan dengan mengumpulkan massa.
  • Sensitive dan responsiv terhadap gejala yang dialami oleh masyarakat;
  • Sebagai kader siaga bagi penderita yang di isolasi mandiri
Angkringan Konseling Edisi Bulan Mei 2020


NOTULEN ANGKRINGAN KONSELING EDISI MEI 2020

Narasumber: Richma Hidayati, S.Pd., M.Pd.

Tema: Melawan Ke-gabut-an saat WFH

 

Dalam masa pandemi seperti sekarang ini, semua kegiatan pasti dilakukan secara online seperti bekerja dirumah, kuliah dirumah dan bahkan belajar dirumah. Anjuran pemerintah untuk #StayAtHome atau #DirumahAja pasti membuat semua orang merasa bosan atau istilah kerennya yaitu “gabut”. Kata Gabut itu apa si? Dan kapan kata “gabut” menjadi bahasa sehari-hari? Kata gabut dilihat dalam sejarahnya yakni pada tahun 2017 berasal dari singkatan dari “Gaji buta” namun arti gabut dalam masa sekarang adalah kalau kita lagi males atau bingung mengerjakan apapun itu baru dinamakan “Gabut”. Gabut secara psikologis itu ada 4 yang menjadi landasan/ faktor utama dalam mempengaruhi gaut yaitu:

  1. Stagnan dengan kegiatan sehari-hari. Yang biasanya bekerja, jalan-jalan dan selama pandemi ini menjadi harus #dirumahaja.
  2. Kesendirian menyebabkan kegabutan.
  3. Ke-gabut-an disebabkan karena tidak adanya aktivitas dirumah.
  4. Mengalami kondisi yang menyenangkan misal ribut dengan keluarga dll.

 

Tingkat level gabut yang parah akan menyebabkan stres. Jika gabut dipelihara maka stress akan muncul. Untuk memanagemen gabut caranya, antara lain:

  1. Mind control/ mengontrol pikiraan untuk mengerjakan aktivitas yang positif. Mengerjakan hal yang menjadi hobinya misal hobi membaca, hobi masak, hobi bekebun bermain game dll yang positif.
  2. Mencoba hal-hal yang baru yang belum pernah dilakukan atau kreatif dan produktif misalnya membuat resep baru, mencoba membuat desain grafis di laptop untuk mengasah kreativitas.

Menyikapi new normal pada juni 2020

New normal adalah salah satu kebijakan pemerintah dalam menyikapi perekonomian rakyat pada masa pandemi covid-19 dengan diperbolehkannya masyarakat untuk membuka usahanya kembali setelah berbulan-bulan menutup tempat usahanya yang telah membuat banyak kerugian besar akibat adanya pandemi tersebut dan banyak pula orang yang kehilangan pekerjaan dan pendapatan.

Namun dalam menyikapi new normal tersebut, kita tidak serta-merta kembali menjadi normal seperti sebelum adanya covid-19, kita malah harus lebih berhati-hati dalam beraktivitas, misalnya menggukana masker saat keluar rumah, dan menjaga kesehatan dan kebersihan diri setelah pergi bekerja dll.

Ada fase-fase new normal, Diberlakukan jam malam di daerah kudus
Angkringan Konseling Edisi Bulan Juni 2020



Link Angkringan Konseling: https://www.instagram.com/tv/CB17towjX0q/
Angkringan Konseling Edisi Bulan Juli 2020



Link Angkringan Konseling Juli: https://www.instagram.com/tv/CC-CtnlDofO/

NOTULEN ANGKRINGAN KONSELING EDISI JULI 2020

Narasumber: Dra. Sumarwiyah, M.Pd., Kons

Tema: Peran Mahasiswa dalam New Normal”

 

  1. Berdamai dengan Covid-19

Sebagai mahasiswa kita memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, teman bahkan keluarga terdekat akan pentingnya menjaga kesehatan dan tetap menjalankan protokol kesehatan selama masa pandemi covid-19 ini.

  1. Menyakinkan masyarakat

Hidup bersih:

  • Berhati-hati dalam melakukan aktivitas maupun setelah melakukan berbagai aktivitas diluar
  • Harus dapat menyesuaikan diri karena kita tahu siapa yang memebawa virus
  • Mengikuti anjuran pemerintah
  • Tidak perlu cemas dan khawatir yang berlebihan
  • Membantu menyadarkan masyarakat agar hidup disiplin dan bersih
  1. Cara menghadapi stress
  • Refreshing boleh tapi tetap harus sesuai dengan protokol kesehatan dan harus menyadari bahwa pentingnya protokol kesehatan tersebut adalah untuk memutus rantai penyebaran virus.
  • Melakukan berbagai hobi yang disenangi, misalkan masak ataupun melakukan aktivitas yang sebelumnya belum pernah dicoba misalkan membuat desain-desain di laptop dan sebagainya.
  • Bisa berjualan online

 

New Normal dirembang

Yang asalnya daerah rembang sudah dinyatakan sebagai zona hijau tapi karna baru booming tentang bersepeda namun banyak masyarakat yang menyepelekan tentang protokol kesehatan dari pemerintah seperti memakai masker, berkerumun, bahkan tidak menjaga kebersihan sehingga efeknya setelah 2 hari tersebut daerah rembang menjadi zona hitam karna banyak masyarakat yang terkena corona/covid-19.

Kita sebagai mahasiswa harus memberikan action jika ada sesuatu yang tidak benar dan wajib memberitahu masyarakat tentang pelaksanaan new normal dan bagaimana protokol kesehatan yang wajib dibatuhi oleh masyarakat.