Angkringan Konseling Januari 2024: Mengangkat Implementasi Teori Kontrol untuk Peningkatan Kompetensi Guru BK

 

24 januari 2024

 

Kudus (23/01) - Program Studi Bimbingan dan Konseling menyelenggarakan Angkringan Konseling edisi pada bulan Januari 2024, mengangkat tema mengenai "penerapan Teori Kontrol untuk meningkatkan kompetensi Guru Bimbingan Konseling (BK)". Kegiatan angkringan dilaksanakan di Gedung N FKIP Ruangan N.1.3 yang mengundang praktisi guru bk dan merupakan Ketua MGBK SMK Kab. Pati yakni Afrianton Ribut Nugroho, S.Pd. Beliau memiliki berbagai pengalaman yang telah di lalui mulai dari menjadi pengajar praktik hingga fasilitator pendidikan guru penggerak. Tercatat 102 eserta angkringan kali ini terdiri dari mahasiswa bimbingan dan konseling semester 1,3,5, dan 7. Kegiatan ini menciptakan platform informal yang memungkinkan pertukaran ide dan gagasan serta pembahasan terkait strategi bagi calon guru BK dalam hal ini adalah mahasiswa BK untuk persiapan memperkuat peran guru BK dalam memberikan layanan konseling yang lebih efektif.

 

Teori Kontrol, yang umumnya digunakan dalam pelaksanaan kerja Guru BK, diterapkan untuk membahas aspek kontrol diri, motivasi intrinsik, dan pengembangan keterampilan guru BK dalam menangani permasalahan yang dihadapi oleh siswa-siswinya.

 

Kudus, (15/11/23) Mata kuliah konseling lintas budaya di Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Muria Kudus mencuri perhatian mahasiswa dengan mempersembahkan pengalaman unik yang mengguncang batas-batas kebudayaan. Mata kuliah ini tidak hanya memberikan wawasan mendalam tentang prinsip-prinsip konseling, tetapi juga membuka pintu menuju pemahaman yang lebih baik tentang kompleksitas keragaman manusia.

Mahasiswa diajak untuk menjelajahi perbedaan-perbedaan budaya yang melibatkan aspek-aspek seperti bahasa, norma sosial, dan nilai-nilai, bahkan wisata dan makanan yang tentunya unik dan berbeda di seluruh daerah di nusantara. Salah satu keunikan mata kuliah ini adalah penggunaan studi kasus nyata yang memunculkan tantangan konseling lintas budaya. Mahasiswa berkesempatan untuk menghadapi situasi-situasi yang mungkin mereka temui dalam praktik profesional mereka nanti.

Dosen pengampu mata kuliah, Dr. Richma Hidayati, S.Pd., M.Pd., berbagi pandangannya tentang kepentingan konseling lintas budaya. "Mata kuliah ini bukan hanya sekadar teori, tapi pengalaman yang mendalam. Mahasiswa belajar tidak hanya menjadi konselor yang terampil, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menghormati dan merangkul keberagaman."

Berikut adalah cuplikan dari keceriaan dan kebermanfaatan mata kuliah ini:

1. Menggali Keanekaragaman Budaya:

Mata kuliah ini membawa mahasiswa ke dalam perjalanan menyeluruh melalui berbagai budaya di seluruh dunia. Dosen-dosen berpengalaman membimbing mahasiswa untuk memahami bagaimana perbedaan-perbedaan budaya mempengaruhi persepsi, nilai-nilai, dan norma-norma dalam proses konseling.

2. Pembelajaran Interaktif:

Sebagai bagian dari pendekatan pembelajaran yang interaktif, mahasiswa terlibat dalam diskusi kelompok, dan simulasi peran. Ini membantu dalam mengembangkan keterampilan praktis yang diperlukan untuk berkomunikasi secara efektif dengan individu dari latar belakang budaya yang berbeda.

3. Pengembangan Empati dan Kesadaran Kultural:

Mata kuliah ini tidak hanya membekali mahasiswa dengan pengetahuan teoritis, tetapi juga fokus pada pengembangan empati dan kesadaran kultural. Mahasiswa diajak untuk merenungkan perspektif mereka sendiri dan membuka pikiran mereka terhadap keanekaragaman manusia.

Mata kuliah konseling lintas budaya bukan hanya sebuah kelas, tetapi pengalaman yang mendalam dan membingkai pandangan mahasiswa terhadap konseling. Dengan semakin terbukanya dunia, kemampuan untuk berkomunikasi dan memahami individu dari berbagai latar belakang budaya adalah aset berharga dalam dunia profesional konseling. Melalui mata kuliah konseling lintas budaya, Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Muria Kudus tidak hanya mencetak konselor-konselor masa depan yang terampil, tetapi juga mencetak pemimpin yang mampu mempromosikan inklusivitas dan saling pengertian di tengah masyarakat yang semakin beragam.

 

Kudus - Kuliah umum Program Studi Bimbingan dan Konseling mengusung tema “Mahasiswa Exelent” diadakan di Ruang Seminar IV Gedung Rektorat Universitas Muria Kudus pada hari Jum’at, (22/09/2023) , berjalan dengan lancar dan memperkaya pengetahuan mahasiswa. Acara ini menjadi wadah yang sangat berharga bagi mahasiswa Prodi BK untuk mendapatkan wawasan baru dari seorang ahli dalam bidangnya. Menghadirkan pembicara yakni Dr. Elizabeth Cristiana, M.Pd. yang merupakan dosen BK di Universitas Negeri Surabaya.

 

Dalam kuliah umum yang dihadiri oleh seluruh mahasiswa Prodi BK mulai dari semester 1 sampai semester 7 dengan atmosfer penuh semangat terasa begitu kuat. Mahasiswa tampak antusias untuk mendengarkan pembicara yang memberikan wawasan baru untuk menjadi mahasiswa yang hebat / exelent yakni dengan menjadi mahasiswa “Anti Kekerasan” yang merupakan “3 Dosa Besar Perguruan Tinggi” yakni perundungan, kekerasan seksual dan intoleransi.

 

Selain itu, sesi tanya jawab menjadi momen yang penuh semangat. Mahasiswa dengan percaya diri mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang cerdas dan menggali lebih dalam tentang Kekerasan seksual. Ini adalah bukti bahwa mereka benar-benar berkomitmen untuk memahami dan mengembangkan diri mereka dalam bidang bimbingan dan konseling.

 

Dengan berjalan lancar dan suksesnya kuliah umum Prodi BK ini, Prodi BK UMK menunjukkan komitmennya dalam memberikan pendidikan yang berkualitas dan mendukung pengembangan profesionalisme mahasiswa. Semoga kegiatan serupa akan terus diadakan di masa depan, memberikan manfaat yang sama baiknya bagi mahasiswa dan seluruh komunitas akademik.

 

Surakarta – (19/10/2023), Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Muria Kudus (UMK) melakukan Penandatanganan IoA (Implementation of Agreement) dalam kunjungan studi ke Program Studi BK di Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara). Kunjungan ini bertujuan untuk menjalin kerjasama antar Program Studi dalam pengembangan kurikulum dan kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Dalam kunjungan ini, rombongan dari UMK dipimpin oleh Drs. Arista Kiswantoro, M.Pd., Ketua Program Studi BK UMK, bersama dengan beberapa dosen dan laboran dan disambut hangat oleh Dekan dan Ka. Prodi di Ruang Sidang FKIP Univet Bantara.

Singgih Subiyantoro, M.Pd., Dekan FKIP Univet Bantara, menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap dengan adanya kerja sama tersebut akan menghasilkan berbagai bentuk kolaborasi kegiatan diantara 2 program studi baik kolaborasi dalam Tridharma Perguruan Tinggi antara lain dalam bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat. Juga dalam kegiatan MBKM yang telah dicanangkan oleh pemerintah melalui Kemdikbud yakni dalam kegiatan pertukaran dosen dalam pengajaran maupun sebagai pemateri/narasumber kegiatan, pertukaran mahasiswa, serta dalam non akademik seperti mahasiswa magang, kolaborasi lomba nasional maupun  internasional serta kolaborasi antar Himpunan Mahasiswa Bimbingan dan Konseling (HIMA BK) sehingga membentuk kerja sama yang baik antar program studi. Pertemuan ini juga menjadi platform untuk penjajakan kerjasama antara dua program studi tersebut.

Ketua Program Studi BK UMK, Drs. Arista Kiswantoro, M.Pd., menyatakan, "Kami sangat berterima kasih atas sambutan hangat dari Univet Bantara. Kami yakin bahwa melalui kolaborasi ini, kita dapat saling memperkaya dan meningkatkan kualitas pendidikan bimbingan dan konseling di kedua universitas."

Dr. Agung Slamet Kusmanto, M.Pd., Kons. menambahkan, "Kerjasama ini akan membuka pintu bagi pertukaran ide dan pengalaman antara dosen dan mahasiswa kedua universitas. Kami berharap ini akan menjadi langkah awal menuju kemitraan yang lebih erat dan bermanfaat bagi perkembangan ilmu bimbingan dan konseling di Indonesia."

Kunjungan ini diakhiri dengan penandatanganan nota kesepahaman antara kedua pihak, menandai langkah awal menuju kerjasama yang lebih baik di masa depan. Diharapkan, kolaborasi ini akan membawa dampak positif bagi pengembangan bidang bimbingan dan konseling di kedua universitas.

 

 

 

 

Kudus, (09/09/2023) - Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) di Universitas Muria Kudus telah sukses menggelar acara "Parenting Day" pada 09 September 2023, sebagai bagian dari upaya mereka untuk meningkatkan kesadaran orang tua dalam mendukung perkembangan anak-anak mereka. Acara ini juga memberikan wawasan yang bermanfaat bagi mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir mereka.

Parenting Day merupakan salah satu inisiatif Prodi BK yang bertujuan untuk mengedukasi dan memberikan dukungan kepada orang tua dalam peran penting mereka sebagai pembimbing dan pendamping anak-anak.

Dalam acara ini, para orang tua, diajak untuk berpartisipasi dalam diskusi yang dipandu oleh Dosen BK yang juga sebagai Ketua Komisi Skripsi Prodi BK. Materi yang disajikan meliputi topik-topik seperti komunikasi efektif antara orang tua dan anak serta strategi pendidikan anak yang sesuai dengan perkembangannya.

Dr. Agung Slamet Kusmanto, S.Pd., M.Pd., Kons., Ketua Komisi Skripsi Prodi BK, menyatakan, "Kami sangat berkomitmen untuk mendukung dan mendorong perkembangan mahasiswa dalam mengerjakan tugas akhir. Parenting Day adalah salah satu cara kami untuk melibatkan orang tua atau wali mahasiswa dalam memberikan motivasi anak-anaknya dalam mengerjakan tugas akhir serta sebagai salah satu komunikasi dua arah dan perantara antara dosen sebagai wali mahasiswa di lingkungan kampus dengan orang tua atau wali mahasiswa di lingkungan rumah agar bersinergi dengan baik dalam memberikan pengawasan dan pengetahuan yang dapat membantu orang tua sebagai fungsi pengendali dalam mendidik anak-anak mereka dengan lebih baik."

Parenting Day telah menerima sambutan yang sangat positif dari peserta, dengan banyak orang tua mengungkapkan apresiasi mereka terhadap upaya Prodi BK dalam memberikan dukungan dan pengetahuan yang mereka butuhkan. Semoga acara seperti ini akan terus menjadi wadah untuk edukasi dan kolaborasi antara universitas, mahasiswa, dan masyarakat dalam mendukung perkembangan anak-anak yang lebih baik di masa depan.