dikutip dari ISK Kudus.

Kudus, ISKNEWS.COM – Universitas Muria Kudus telah meluluskan 552 mahasiswa-nya di Auditorium UMK, Rabu (10/4/2019), termasuk mahasiswa bidik misi. Mahasiswa kurang mampu yang ingin meraih cita-citanya dalam melanjutkan studi sangat terbantu dengan adanya Beasiswa bidik misi.

Seperti yang dialami Farid Hidayat mahasiswa jurusan Bimbingan Konseling (BK) yang berpidato mewakili wisudawan. Farid Hidayat cukup bahagia bisa melanjutkan kuliah, karena saat lulus SMA dirinya tidak berpikir akan mampu kuliah. ”Saya anak seorang sopir,” katanya saat sambutan dalam wisuda ke-62 Universitas Muria Kudus.

 

Dirinya anak kedua dari lima bersaudara, pendapatan yang diperoleh ayahnya sebagai sopir hanya cukup untuk mengisi perut keluarga. Untuk melanjutkan kuliah, dipastikan ayahnya tidak mampu untuk membiayai.

Walaupun ibunya selama ini juga ikut mencari tambahan nafkah bagi keluarga, itupun tidak akan cukup untuk biaya kuliah. Sehingga dirinya saat itu tidak yakin bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Sehingga cita-citanya sebagai dosen, memiliki ribuan buku dan membanggakan orang tua jauh dari angannya. Namun karena mimpi yang terus dipupuk olehnya, ternyata dirinya mendapatkan jalan untuk melanjutkan pendidikan dengan mendapatkan beasiswa bidikmisi.

”Alhamdulillah Allah SWT mengabulkan doa saya dan lulus 3,5 tahun dengan predikat cumlaude,” terangnya.

Dirinyapun bertekad kuat untuk meraih cita-citanya menjadi dosen, tentunya dia masih harus berjuang kembali untuk mewujudkannya. ”Sayapun bertekad untuk memebrikan perubahan di masyarakat dan akan kami buktikan bahwa lulusan UMK adalah lulusan berkualitas,” ungkapnya dihadapan wisudawan diikuti tepuk tangan meriah.

Sementara itu, Rektor UMK Dr. Suparnyo mengatakan, setelah diwisuda tentunya dituntut untuk berbagi ilmu adan bermanfaat bagi orang lain. Tentunya dengan mengamalkan secara santun dan bertanggungjawab.

Wisudawan harus memiliki hard skill dan soft skill yang berjalan beriringan, karena keduanya sangat dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja atau lainnya. ”Moral baik, passion, motivasi, kerjasama tim, etos kerja, leadership, kreatifitas hingga kemampuan berkomunikasi harus dimiliki untuk meniti karir di masa depan,” jelasnya.

Wisudawan juga harus mampu melihat tantangan kedepan, terutama adanya revolusi inddustri 4.0. dari ahsil penelitian, pekerjaan di Indonesia akan banyak etrgantikan dengan mesin. Di dunia, 60 persen akan tergantikan dengan mesin dan 30 persen pekerjaan digantikan teknologi tinggi.

Bupati Kudus Ir. Muhammad Tamzil, M.T mengatakan, melihat dan menyaksikan wisudawan yang ada menandakan adanya kesungguhan dan semangat dari UMK, baik yayasan maupun rektorat bersama-sama memajukan UMK. ”Saat ini banyak perguruan tinggi, namun saya yakin UMK bisa semakin eksis,” imbuhnya.

Dia menambahkan, selain mencetak sarjana, UMK juga mencetak wirausaha baru, sesuai dengan kearifan lokal yang menjadi dasar UMK, santun, cerdas dan berjiwa wirausaha. Artinya, lulusan UMK juga harus mampu menciptakan lapangan kerja baru. Usai wisuda, diharapkan langsung bergerak untuk menciptakan lapangan kerja.

Sementara itu, Prof. Dr. DYP Sugiharto, M.Pd., Kons menambahkan, lulusan UMK yang merupakan universitas swasta tidak ada bedanya dengan universitas negeri. Karena kualitas perguruan tinggi ditentukan oleh akreditasi dan skil lulusannya.

Dunia kerja tidak membutuhkan lulusan perguruan tinggi bergengsi, melainkan membutuhkan lulusan yang memiliki kecakapan, tidak melihat lulusan dari perguruan tinggi negeri atau swasta. ”Kalian akan menghadapi universitas baru, yakni dunia kerja,” imbuhnya.

Dia menambahkan, lulusan yang menganggur bukan karena ilmunya rendah, bukan karena tidak ada pekerjaan yang bisa diekrjakan, melainkan karena mental penumpang. Artinya hanya duduk dibelakang dan melihat driver sukses didepan.

Selain itu, dia mengingatkan agar lulusan UMK jangan hanya sebagai penonton. Penonton biasanya hanya bisa berteriak, bertepuk tangan, berkeringat melihat kesuksesan orang lain. ”Harus mampu jadi pemimpin,” tandasnya.

Sementara itu, Perwakilan Yayasan Pembina UMK Anis Aminuddin, SE, mengatakan, pengurus yayasan mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran rektorat, dosen sehingga kegiatan wisuda bisa terlaksana.
Selain itu juga berterimakasih kepada orang tua wisudawan yang mempercayakan anaknya di UMK untuk melanjutkan pendidikan. ”Wisudawan adalah generasi bangsa yang harus berperan dalam pembangunan bangsa, cinta NKRI harus terus dipupuk,” pungkasnya. (AJ/YM)



Read more 
tanggal : 10 April 2019 
Judul : 552 Mahasiswa UMK Diwisuda, Simak Juga Kisah Haru Farid, Mahasiswa Bidik Misi 
Link : http://isknews.com/552-mahasiswa-umk-diwisuda-simak-juga-kisah-haru-farid-mahasiswa-bidik-misi/

BKUMK- Prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Muria Kudus mengadakan pelatihan multimedia pada Senin (18/02/2109). Pelatihan tersebut dilakukan selama empat hari berturut-turut. 

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi begitu cepat dan telah memberikan pengaruh dan dampak serta perubahan pada paradigma kehidupan manusia. Peran teknologi semakin dirasakan diberbagai sektor, termasuk di bidang pendidikan. Dalam bidang pendidikan, kemajuan teknologi telah banyak membantu dan mempermudah proses pembelajaran baik para pendidik, tenaga kependidikan maupun peserta didik (siswa).

Kepala Progdi BK Drs. Arista Kiswantoro mengatakan "Hadirnya berbagai produk teknologi informasi dan komunikasi dapat dimanfaatkan sebagai alat dan media pembelajaran serta sumber belajar atau pelayanan bagi guru bimbingan dan konseling. Calon konselor seyogyanya harus mampu meningkatkan kemampuan teknologi informasi dan komunikasi kepada peserta didiknya, salah satu kemampuan adalah mengembangkan pembelajaran berbasis  video dan animasi"

Panitia pelatihan multimedia Indah Lestari, M.Pd., Kons menyatakan "Untuk itulah kami program studi bimbingan dan konseling FKIP UMK merasa sangat perlu memberikan bekal kepada mahasiswa prodi bk agar lebih siap dalam menghadapi era milenial ini melalui pelatihan pembuatan video grafis dan mobile learning. Pelatihan multimedia ini berkerjasama dengan BPMPK (Balai Pengembangan Multimedia Pendidikan dan Kebudayaan) kota semarang yang telah berjalan sejak tahun 2017 sampai sekarang".

Pada tahun 2019 , pelatihan multimedia ini diikuti oleh 109 mahasiswa prodi BK dari angkatan 2015 dan 2016. Pelatihan berjalan dengan lancar selama empat hari yang dilaksanakan di ruang  N.1.4 dan ruang rapat FKIP UMK. 

UMK- Perlombaan futsal se-UMK, tim futsal BK gagal dalam babak penyisihan di dekan cup 2018 ini. Perlombaan yang diadakan di United stadion Kudus. Perlawanan sengit diberikan oleh tim futsal putra PGSD.

UMK- Pergelaran olahraga Dekan Cup 2018 ini mendapat banyak perhatian baik para peserta lomba maupun penonton sendiri. Dalam perlombaan futsal kali ini, BK mengirimkan tim futsal putri dengan sebutan "GAC Putri". GAC putri sangat antusias dan semangat dalam awal perlombaan futsal ini, dikarenakan momen ini merupakan permulaan dari karir GAC putri. Walaupun belum beruntung dalam perlombaan kali ini, GAC Putri semangat bermain dan berjanji akan bermain lagi tahun depan.

Please publish modules in offcanvas position.