Empat Mahasiswa UMK Raih Medali Emas Bikin Website Pembelajaran Local

Print

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS -  Empat mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) terlihat serius menatap layar laptop yang berada di depannya, dengan memegang mouse mereka menata beberapa hal terkait di website yang mereka buat.

Sesekali mereka terlihat diskusi dengan temannya untuk mengecek sudah benar atau belum.

Empat mahasiswa tersebut tengah mengembangkan website edukasi pendidikan Bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan.

Selain itu mereka juga menyisipkan tema local wisdom yang ada di Kudus.

Sehingga mereka yang belajar lewat website tersebut selain memeprdalam Bahasa Inggris, juga mengenal kebudayaan Kudus yang penuh nilai.

Website yang dikembangkan itu telah mendapat medali emas dalam lomba internasional yang diadakan World Science, Environment and Engineering Competition (WSEEC) 2021, pada 20 Juni 2021 lalu.

Website tersebut dinamakan Educational English Language with Local Wisdom Gusjigang.

"Ide ini muncul saat jagong," kata anggota tim Tri Setiyana, dalam keterangannya, Jumat (25/6/2021).

Saat itu muncul ide untuk membuat website pembelajaran Bahasa Inggris, namun menggunakan tema budaya kearifan lokal. 

Sehingga pembelajaran akan lebih mengena karena temanya dari budaya lokal. Selain itu juga untuk 'nguri-nguri' budaya.

Website pembelajaran itu dirancang untuk membantu anak usia 6 - 12 tahun atau usia sekolah dasar dalam mengenal bahasa internasional tanpa menghilangkan pengetahuan budayanya. 

Sehingga dengan website tersebut, maka ada dua pengetahuan yang akan didapatkan.

Dalam website tersebut juga ada beberapa fitur yang bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran. Di antaranta akan muncul gambar tentang kebudayaan lokal, seperti Menara Kudus

Dalam gambar itu akan ada penjelasan singkat terkait gambar. Setelah itu melihat gambar dan deskripsi singkat, siswa bisa mengklik 'next' dan akan muncul kuis atau pertanyaan yang dijawab siswa, semuanya memakai Bahasa Inggris. 

Ada jawaban A dan B dalam  setiap pertanyaan.

Dalam setiap jawaban juga dipasang voice, sehingga siswa bisa belajar pelafalan atau pronunciation kata dalam Bahasa Inggris. 

"Gambar yang ada tentu kami pilih ikon-ikon Kudus dan kearifan lokal Gus Jigang sebagai sumber materi yang digunakan," terangnya.

Sampai saat ini, pihaknya masih terus mengembangkan website tersebut agar lebih baik lagi. Sehingga nantinya bisa dinikmati masyarakat atau anak usia SD dalam pembelajaran Bahasa Inggris. 

Sebenarnya, setelah mendapatkan medali emas dalam even lomba tersebut, pihaknya tidak perlu mengembangkan lagi. 

Namun tim sepakat terus memperbaiki pengembangan websitenya agar bisa dimanfaatkan kedepannya lebih baik lagi.

Apalagi seperti pandemi saat ini, memanfaatkan internet sebagai pembelajaran sangat membantu, dengan website tersebut diharapkan bisa memeprmudah siswa belajar dan lebih asyik. 

Apalagi Bahasa Inggris dikenal salah satu pelajaran yang susah. Untuk lomba sendiri sebelumnya pihaknya melakukan pendaftaran dan pengiriman dokumen dan extende abstract terlebih dahulu.

Akhirnya pihaknya lolos untuk final, ada 288 tim dari 21 negara yang lolos dalam lomba yang diadakan WSEEC 2021.

Pejurian sendiri dilakukan pada 18 Juni 2021 lalu, sementara untuk pemberian penghargaan pada 20 Juni. 

Dalam proses lomba tersebut, salah satu kendala memang saat presentasi, karena timnya tidak semua berasal dari prodi Pendidikan Bahasa Inggris.  

Tri Setiyana berasal dari pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Ahmad Jumanto dari Prodi Bimbingan Konseling (BK), Achmad Abdul Wahid dari Prodi BK dan Silvia Sari Setyowati dari Pendidikan Bahasa Inggris (PBI).

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lomba Richma Hidayati, menambahkan, munculnya ide tersebut memang cukup menarik. Pihaknya akhirnya membimbing untuk membantu mengarahkan agar ide tersebut bisa terealisasi dengan baik. 

"Potensi mahasiswa cukup bagus, idenya menarik, akhirnya dengan berbagai penyempurnaan, akhirnya diputuskan kirim lomba," imbuhnya.

Ternyata ide tersebut membuahkan hasil, tim UMK mampu menyabet medali emas di ajang WSEEC 2021. Sehingga dikancah internasional, mereka bisa bersaing, karena pesertanya juga berasal dari beberapa negera, baik asia hingga eropa.

"Tak hanya memberikan nama baik UMK, namun juga Indonesia di kancah internasional," ungkapnya.

Tim tersebut juga pernah mendapatkan medali emas saat lomba internasional yang diadakan YISF. Selain medali emas juga mendapatkan special award di even OCIIP Nigeria Afrika Selatan. (raf)



Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Empat Mahasiswa UMK Raih Medali Emas Bikin Website Pembelajaran Local Wisdom, https://jateng.tribunnews.com/2021/06/25/empat-mahasiswa-umk-raih-medali-emas-bikin-website-pembelajaran-local-wisdom?page=all.
Penulis: raka f pujangga | Editor: Daniel Ari Purnomo