Arinda Pratiwi Sukma dan Indah Yuni Puspitasari berhasil mendapat Silver Medal di Ajang internasional

UMK - Mahasiswa Bimbingan dan konseling (BK)  Universitas Muria Kudus (UMK) berhasil meraih Silver Medal pada ajang bergengsi International Science and Invention Fair (ISIF) 2019 di Pulau Bali, Indonesia. Raihan tersebut didapat oleh Arinda Pratiwi Sukma dan Indah Yuni Puspitasari beserta tim dengan penemuannya dalam bidang Pendidikan.

Keduanya membuat penemuan dengan judul  “Braille Mathematic” (BraMa). Ide tersebut muncul didasarkan atas keprihatinannya terhadap kondisi anak-anak berkebutuhan khusus Indonesia khususnya di Kudus tersendiri yang belum banyak alat untuk menunjang pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus tunanetra yang masih kekurangan alat-alat untuk belajar  yang memudahkan kegiatan belajar anak-anak tunanetra itu sendiri. 

Dari situlah muncul ide bagaimana membuat sebuah media untuk memudahkan anak-anak tunantera untuk belajar terutama belajar matematika dengan huruf braille. ”alat atau metode Braille Matematic (BraMa) ini dapat mengenalkan anak-anak ABK Tunanetra belajar matematika dengan lebih tepat dibandingkan alat-alat belajar ABK yang sudah ada sekarang ini,” katanya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UMK, Rochmad Winarso, S.T., M.T. sangat bangga dengan mahasiswa yang berhasil meraih medali perak di ajang ISIF 2019. ”Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi UMK, semoga bisa memotivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan menorehkan prestasi di tingkat Internasional,” terangnya.

 

Acara tersebut berlangsung mulai 21 – 25 Juni 2019, dengan beragam agenda menarik seperti Pameran Display dan Judging, Presentasi Lisan, Amazing Race, Penampilan Budaya dan Malam Penganugerahan Penghargaan. Acara ini tidak hanya diikuti peserta dari Indonesia, tetapi juga negara lain seperti Afrika Selatan, Taiwan, dan Malaysia. 

Please publish modules in offcanvas position.