6 Sep 2012

Hubungan Pola Asuh Anak pada Ibu Pekerja di Pabrik Rokok PT. Djarum Kudus dengan Disiplin Belajar Anak di SMA N 1 Jekulo Kudus Tahun Pelajaran 2010/2011


Drs. Sucipto, MPd. Kons.
BK FKIP Universitas Muria Kudus


ABSTRAK

Anak merupakan anugerah dan amanah dari Allah SWT bagi orang tua. Oleh karena itu orang tua harus bertanggung jawab untuk merawat, mengasuh, membimbing dan mendidik anaknya, agar menjadi anak yang bertakwa kepada Allah SWT, sehat jasmani dan rohaninya, serta berguna bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan agama. Untuk dapat mengikuti kemajuan yang sangat cepat tersebut, kuncinya adalah belajar. Untuk itu setiap individu dituntut untuk belajar disiplin tanpa harus diperintah oleh guru dan orang tua, sehingga kedisiplinan harus benar-benar ditanamkan oleh orang tua kepada anak-anaknya, agar dapat meningkatkan taraf hidup dimasa yang akan datang.
Permasalahan dalam penelitian ini : Adakah hubungan yang positif dan signifikan pola asuh anak pada ibu pekerja di pabrik rokok PT. Djarum Kudus dengan disiplin belajar anak di SMA N 1 Jekulo Kudus Tahun Pelajaran 2010/2011.
Penelitian bertujuan: 1) untuk mendeskripsikan pola asuh anak pada ibu pekerja di perusahaan rokok PT. Djarum Kudus di SMA N 1 Jekulo Kudus Tahun Pelajaran 2010/2011, 2) untuk mendiskripsikan tingkat disiplin belajar anak di SMA N 1 Jekulo Kudus Tahun Pelajaran 2010/2011, 3) untuk mengetahui seberapa besar hubungan pola asuh anak pada ibu pekerja di perusahaan rokok PT. Djarum Kudus dengan disiplin belajar anak di SMA N 1 Jekulo Kudus Tahun Pelajaran 2010/2011.
Populasi dalam penelitian ini sebanyak 30 orang siswa. Metode pengumpulan data menggunakan angket yang   diolah dengan analisis statistik menggunakan product moment.
Dari hasil analisis data dengan menggunakan product moment diketahui bahwa N = 30, r hitung = 0,682. r tabel = 0,361 pada taraf signifikansi 5%, maka diperoleh r hitung 0,682 > r tabel 0,361. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pola pengasuhan anak dengan disiplin belajar anak berhubungan positif dan signifikan.

Kata Kunci : Pola Asuh Anak, Disiplin Belajar

Dalam rangka pembangunan manusia seutuhnya peranan orang tua dalam mengasuh anak sangatlah menentukan hari depan dan kehidupan anak di masa yang akan datang, demi menentukan kualitas manusia seutuhnya. Untuk dapat mewujudkan pembangunan Indonesai seuntuhnya harus didukung dengan adanya partisipasi rakyat termasuk pembangunan dalam kesejahteraan anak (Hafi Anshari, 1991 :72).
Peran ibu dalam kehidupan anak sangatlah berpengaruh untuk membentuk dan mengembangkan sikap belajar anak. Anak merupakan amanah dari Tuhan Yang Maha Esa yang dianugerahkan kepada manusia secara phisik dan psikologis. Pola asuh yang tepat akan mendukung perkembangan tingkah laku dan sikap disiplin anak.
Anak akan tumbuh dan mampu mengadakan komunikasi awal, anak akan mengadakan sosialisasi, mengadakan interaksi dan juga mengadakan komunikasi dengan lingkungan sekitarnya. Pengasuhan anak yang dilakukan ibu akan berpengaruh terhdap penciptaan watak kepribadian anak itu sebagai generasi yang akan datang, penerus kebudayaan dan unsur pembangunan bangsa yang potensial, harus sudah siap melaksanakan segala fungsinya.
Untuk itu peneliti akan menerangkan dan menjelaskan secara singkat kegiatan ibu (wanita yang bekerja di pabrik rokok PT. Djarum Kudus) sehari-hari. Sebagian ibu-ibu yang berada di  Kecamatan Jekulo Kudus bekerja di luar rumah mencari penghasilan tambahan. Ibu-ibu bekerja di pabrik rokok sebagai pekerja tenaga kasar atau tenaga borong pada bagian produksi seperti giling, bathil dan nyonthong atau pengepakan.
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka penulis berkeinginan untuk membahas, menelaah sikap dan perilaku orang tua (ibu pekerja di pabrik rokok PT. Djarum Kudus di Kecamatan Jekulo) yang diterapkan dalam mengasuh dan mendidik anak, kaitanya dengan peningkatan sikap disiplin belajar anak.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah  “Adakah hubungan yang positif dan signifikan pola asuh anak pada ibu pekerja di pabrik rokok PT. Djarum Kudus dengan disiplin belajar anak di SMA N 1  Jekulo Kudus Tahun Pelajaran 2010/2011?”.
Penelitian ini bertujuan : (1) Untuk mendeskripsikan pola asuh anak pada ibu pekerja di perusahaan rokok PT. Djarum Kudus di SMA N 1  Jekulo Kudus Tahun Pelajaran 2010/2011, (2) mendiskripsikan tingkat disiplin belajar anak di SMA N 1 Jekulo Kudus Tahun Pelajaran 2010/2011, dan (3) untuk mengetahui seberapa besar hubungan pola pengasuhan anak pada ibu pekerja di perusahaan rokok PT. Djarum, Kudus terhadap disiplin belajar anak di SMA N 1 Jekulo Kudus Tahun Pelajaran 2010/2011.
Manfaat Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan referensi bagi peneliti sejenis atau sebagai salah satu bahan pustaka dalam rangka pengembangan ilmu Bimbingan dan Konseling khususnya masalah pola pengasuhan anak yang memiliki dampak pada prestasi belajar anak. Ruang lingkup penelitian adalah meneliti ada tidaknya hubungan antara pola asuh anak pada ibu pekerja di perusahaan rokok PT. Djarum Kudus terhadap disiplin belajar anak di SMA N 1 Jekulo Kudus Tahun Pelajaran 2010/2011.

Pengertian Pola Asuh Anak
Pola asuh orang tua berasal dari kata pola berarti sistem, cara kerja. Asuh berarti menjaga (merawat dan mendidik) anak kecil sedangkan anak berarti keturunan dari orang tua (ayah, ibu kandung) (Tri Dayakisni, 1988 :15). Pola asuh anak dapat diartikan sebagai suatu upaya untuk memberikan didikan dan bimbingan pada anak didik untuk meningkatkan unsur-unsur kebaikan dalam dirinya baik aspek jasmani maupun rohani yang telah ada padanya, untuk lebih dikembangkan lagi menuju suatu tujuan yang baik pula.
Menurut Tri Dayakisni (1988 :15) pola asuh orang tua adalah sikap dan perlakuan orang tua dalam memenuhi kebutuhan memberikan perlindungan dan mendidik anak dalam kehidupan sehari-hari. Sementara  menurut J. Conger (1999 :116) pola asuh adalah “The models of parent child intraction” maksudnya model atau cara orang tua dalam mengasuh anak.
Dari beberapa pendapat tersebut di atas dapat disimpulkan mengenai pengertian pola asuh anak sebagai berikut : (a) pola asuh anak adalah sikap dan perilaku orang tua dalam berinteraksi dengan anak, (b) sikap dan perilaku orang tua tersebut, dapat dilihat dari berbagai segi, yaitu: 1) cara orang tua dalam menanamkan disiplin pada anak, 2) cara orang tua dalam mempengaruhi emosi anak, dan 3) cara orang tua dalam mengontrol anak.
  1. Tipe-tipe Pola Asuh Anak
Menurut Hourlock (1988 :9) ada 3 tipe pola pengasuhan terhadap anak yaitu:  tipe pola asuh otoriter, permisif dan demokratis.
a.Pola Asuh Otoriter. Pola asuh orang tua yang ditandai peraturan-peraturan yang keras untuk melaksankan perilaku yang diinginkan. Dengan cara otoriter biasanya orang tua menghendaki bahwa segala dan kehendak orang tua harus dituruti dan dijalankan anak. Hukuman dijadikan alat apabila anak tidak menurut peraturan orang tua. Menurut Utami Munandar (1982 :97) mendidik secara otoriter adalah cara mendidik di mana ditentukan peraturan-peraturan yang ketat yang harus dipatuhi anak.
Menurut Meitasari Tjandrasa (1989 : 94) Pola asuh otoriter memiliki ciri-ciri sebagai berikut : (a) adanya peraturan, pengaturan, pengawasan yang ketat dan keras.(b) menghendaki anak tunduk dan patuh terhdap orang tua sehingga apa yang diperintahkan oleh orang tua tidak boleh dibantah dan harus dilaksanakan, (c) dalam memberikan pengawasan, perintah, peraturan sering dengan menggunakan kata-kata/kalimat yang bernada mengancam, misalnya : awas kalau tidak mau…….., awas kalau berani membantah, menentang dan sebagainya, (d) pola otoriter dalam menyelesaikan permasalahan sering memberikan hukuman baik fisik maupun non fisik, (e) peran dan inisitif orang tua sangat dominan.
Stewart dan Koch (1983 :203) ciri pola asuh orang tua yang bersifat otoriter adalah kaku, tegas, suka menghukum, kurang ada kasih saying, serta kurang simpatik.  Orang tua memaksa anak-anaknya untuk patuh pada nilai-nilai mereka, serta mencoba membentuk tingkah lakunya serta cenderung mengekang keinginan anak. Orang tua tidak mendorong serta memberi kesempatan kepada anak untuk mandiri dan jarang memberi pujian. Hak ini dibatasi tetapi dituntut tanggung jawab seperti anak dewasa.
Martinah (1996 :16) menyebutkan ciri-ciri orang tua yang otoriter amat berkuasa terhadap anak, memegang kekuasaan tertinggi serta mengharuskan anak patuh pada perintah-perintahnya. Dengan berbagai cara, segala tingkah laku anak dikontrol dengan ketat bahkan tidak memberikan hak anaknya untuk mengemukakan pendapat serta mengutarakan perasaan-perasaanya.
b. Pola Asuh Permisif. Pengertian pola asuh permisif yaitu membiarkan anak bertindak sesuai dengan keinginanya. Orang tua tidak memberikan bimbingan dan pengendalian (M.S. Hadi Subrata, 1991 :59). Utami Munandar (1982 :98) mengistilahkan permisif sebagai Laissez Fire menyatakan cara mendidik dimana anak dibiarkan bebas tanpa memberikan peraturan. Pola asuh permisif ditandai dengan kebebasan tanpa batas pada anak untuk berperilaku sesuai dengan keinginanya sendiri. Orang tua tidak pernah memberikan aturan dan pengarahan kepada anak sehingga anak akan berperilaku sesuai dengan keinginanya sendiri walaupun terkadang bertentang dengan norma agama dan norma sosial.
Dalam hal ini Elizabeth B. Hourlock (1988 :12) berpendapat disiplin permisif tidak membimbing anak pada perilaku yang disetujui secara sosial dan tidak menggunakan hubungan. Menurut Utami Munandar (1992 :99) pola asuh permisif memiliki beberapa ciri, antara lain : (a) Orang tua memberikan kebebasan kepada anak-anaknya sebebas-bebasnya, (b) menyerahkan kreasi, inisiatif kepada anak untuk mengatur dirinya sendiri, (c) kebanyakan orang tua bersifat acuh tak acuh. Hurlock (1996 :107) mengatakan bahwa pola asuh permisif bercirikan adanya kontrol yang kurang, orang tua bersikap longgar atau bebas, bimbingan terhadap anak kurang, dan semua keputusan lebih banyak di buat oleh anak dari pada orang tua. Berdasarkan uraian tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa pola asuh permisif memiliki ciri-ciri yaitu orang tua memberikan kebebasan kepada anak untuk memutuskan sesuatu sesuai dengan kehendak anak.
a.Pola Asuh Demokratis, yakni orang tua memberikan peraturan yang luwes, menggunakan penjelasan, diskusi, penataran untuk membantu anak memahami mengapa diharapkan untuk bertindak cara tertentu (M.S. Hadi Subrata, 1991 :62). Pola asuh demokratis cenderung kepada adanya kesepakatan antara orang tua dan anak. Singgih Gunarso (1979 :136) menyatakan cara mendidik demokratis remaja (anak) ialah menggunakan pendapat sendiri, mendiskusikan pandangan-pandangan mereka dengan orang tua, menentukan dan mengambil keputusan, akan tetapi orang tua masih melaksanakan pengawasan dalam hal ini mengambil keputusan. Mendidik secara demokratis adalah cara mendidik dengan mencatatkan peraturan tetapi dengan memperhatikan keadaan dan kebutuhan anak (Utami, 1982 :106).
Pola asuh demokratis ditandai adanya sikap terbuka antara orang tua dengan anaknya. Teknik disiplin demokratis menggunakan penjelasan, penalaran dan diskusi untuk membantu anak mengapa perilaku tertentu itu diharapkan.  Menurut Utami Munandar (1992 :104) pola asuh demokratis memiliki cirri-ciri sebagai berikut : bersifat demokratis, hubungan antara orang tua dan anak harmonis, peraturan-peraturan yang diberikan oleh orang tua tidak terlalu ketat.
Hurlock (1996 :98) pola asuh demokratik ditandai dengan ciri-ciri bahwa anak-anak diberi kesempatan untuk mandiri dan mengembangkan kontrol internalnya, anak diakui keberadaanya oleh orang tua, anak dilibatkan dalam pengambilan keputusan.
Sutari Imam Barnadib (1986 :31) menyatakan bahwa orang tua yang demokratis selalu memperlihatkan perkembangan anak, dan tidak hanya sekedar mampu memberi nasehat dan saran tetapi juga bersedia mendengarkan keluhan-keluahan anak berkaitan dengan persoalan-persoalanya.
Dari beberapa pengetahuan di atas, khususnya mengenai tipe-tipe pola asuh orang tua dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
a)  Pola asuh otoriter mencerminkan sikap dan perilaku orang tua yang kaku dan condong untuk menerapkan aturan-aturan yang ketat yang harus dipatuhi anak. Pola asuh ini secara umum tidak menghasilkan hal-hal yang positif, tetapi akan membawa akibat yang negatif.
b)  Pola asuh permisif, pengawasan orang tua terhadap anak sangat terbiasa longgar (orang tua tidak mengatur) sehingga anak terbiasa mengatur dan menentukan sendiri apa yang dianggap baik. Orang tua hanya menyediakan fasilitas untuk hidup sebagai kontrol, namun orang tua sangat lemah. Ini berakibat, anak menjadi sulit kalau menghadapi aturan yang ada di lingkungan.
c)  Pola asuh demokratis, menekankan pada aspek edukatif dimana orang tua menggunakan diskusi dan penataran untuk membantu anak mengerti terhadap suatu sikap dan perilaku. Pola asuh ini lebih menguntungkan sebab dengan adanya komunikasi antara anak dengan orang tuanya, anak akan terlatih sejak dini, sehingga perkembangan juga akan lebih baik. Hal ini sangat membantu sekali bagi perkembangan intelektual si anak itu sendiri.
Berdasarkan uraian tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa pola asuh orang tua terdiri dari : pola asuh otoriter, permisif (lezaissper), dan demokratis. Pola asuh tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Oleh karena itu, orang tua sebaiknya mampu memilih mana yang baik dan cocok untuk diterapkan dalam mengasuh anak-anaknya sesuai dengan watak, karakter dan temperamen dari masing-masing anak sehingga tujuan pola asuh yang diharapkan oleh orang tua dalam mengantarkan anak-anaknya ke arah kedewasaan dapat terwujud.
Pengertian Disiplin Belajar
Disiplin secara umum dapat diartikan sebagai pengendalian diri sehubungan dengan proses penyesuaian diri dan sosialisasi (Utami Munandar, 1988 :24). Disiplin adalah pengendalian diri menghormati dan mematuhi otoritas (Singgih D. Gunarsa, 1987 :136). Pendapat lain menyatakan disiplin adalah proses mengarahkan/mengabdikan kehendak-kehendak langsung, dorongan-dorongan, keinginan atau kepentingan-kepentingan kepada suatu cita-cita, atau tujuan tertentu untuk mencapai efek besar (Soegarda Poerbakawatja, 1981 :81). Disiplin adalah suatu tata tertib yang dapat mengatur tatanan kehidupan pribadi dn kelompok (Saiful Bahri Jamaroh, 2002 :12). Disiplin adalah latihan perbaikan untuk mentaati aturan yang ada (Rudolf Dreikurs, 1986 :18).
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa disiplin adalah pola tingkah laku yang selalu aturanya telah ditetapkan, baik berupa tata tertib, norma, baik yang dibuat oleh keluarga, masyarakat, pemerintah organisasi maupun agama.
Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan sebagai hasil dari proses belajar dapat ditunjukan dalam berbagai bentuk seperti berupa pengetahuan, pemahaman, sikap, tingkah laku, ketrampilan, kecakapan, kebiasaan serta perubahan aspek-aspek lain yang ada pada individu yang belajar (Nana Sudjana, 2001 :5).
Dengan demikian belajar pada dasarnya adalah proses perubahan tingkah laku disebabkan adanya pengalaman. Perubahan tingkah laku tersebut melalui perubahan ketrampilan, kebiasaan, sikap, pengetahuan, pemahaman dan apresiasi, sedang yang dimaksud pemahaman dalam proses belajar tidak lain adalah interaksi antara individu dengan lingkunganya.
Jadi yang dimaksud dengan disiplin belajar adalah pola tingkah laku yang selalu mengikuti peraturan yang telah ditetapkan, untuk melakukan aktivitas secara sengaja menyebabkan perubahan yang relatif tetap dalam pengetahuan, sikap maupun tingkah laku.
Hubungan Pola Asuh Anak dengan Disiplin Belajar Anak
Pola asuh merupakan suatu cara atau model pengasuhan anak yang merupakan sebagian kegiatan dalam usaha memelihara, membimbing, membina dan melindungi anak untuk kelangsungan hidup. Perkembangan dan pertumbuhan yang serasi, selaras dan seimbang baik fisik maupun mentalnya. Pola asuh dalam hal ini berkaitan usaha yang dilakukan Ibu-ibu (pekerja di pabrik rokok PT. Djarum Kudus di Kecamatan Jekulo Kudus) dalam menciptakan disiplin belajar anak.
Orang tua sebagai pemimpin dalam rumah tangga hendaknya memberikan contoh atau keteladanan yang baik sehingga akhirnya akan ditiru oleh anak-anaknya baik tingkah laku, perbuatan maupun ketetapan yang dilakukanya. Orang tua, khususnya bapak dan ibu tidak hanya berasal-asalan dalan bertingkah laku yang diperhatikan anak, semua akan ditiru tanpa adanya filter maupun penyaringan mana yang baik dan mana yang tidak baik. Dalam hal ini (mengasuh anak) semua anggota keluarga ikut berperan serta dalam memberikan arahan, bimbingan dan pengawasan pada anak tetapi dari seluruh anggota keluarga yang lebih berkesan adalah orang tua.
Sebagai orang tua (ibu) saat meninggalkan anak untuk bekerja sebaiknya memberikan peraturan-peraturan kepada anaknya berupa disiplin belajar. Walaupun disiplin belajar itu terasa sangat memaksakan, akan tetapi jika sikap disiplin tersebut diterapkan sejak dini, maka selanjutnya akan terasa lebih ringan dan mudah untuk melakukan kegiatan yang sudah biasa dilakukan.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pola asuh orang tua memiliki hubungan yang baik dan timbal balik di dalam menciptakan sikap disiplin belajar anak yang sangat rentan mudah terpengaruh dengan situasi dan kondisi di sekitarnya, sehingga semakin tepat pola asuh yang diberikan orang tua, maka semakin baik pula sikap disiplin belajar anak.
            Uraian di atas memberikan hipotesis penelitian ini, yaitu  Ada hubungan yang positif dan signifikan antara pola asuh anak pada ibu pekerja di pabrik rokok PT. Djarum Kudus dengan disiplin belajar anak di SMA N 1 Jekulo Kudus Tahun Pelajaran 2010/2011.

METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif.  Populasi penelitian adalah siswa yang ibunya bekerja di perusahaan rokok PT. Djarum sebanyak 30 siswa. Teknik analisis data angket adalah teknik analisis product moment.

HASIL PENELITIAN
Hasil analisis data sebanyak 30 siswa pada taraf signifikansi 5 % yaitu otoriter, permisif, dan demokratis menunjukkan bahwa pola asuh otoriter r hitung = 0,553 > r tabel 0,361. Pola asuh permisif r hitung = 0,374 > r tabel 0,361, dan pola asuh demokratis r hitung =0,502 > r tabel 0,361. Dapat disimpulan bahwa ketiga pola asuh yaitu otoriter,permisif,dan demokratis ada korelasi yang signifikan dengan disiplin belajar anak di SMA N 1 Jekulo Kudus. Berdasarkan analisis korelasi product moment ditemukan bahwa r hitung 0,682 > r tabel 0,361 pada taraf signifikansi 5%sehingga hipotesis : “Ada hubungan yang positif dan signifikan pola asuh anak pada ibu pekerja di pabrik rokok PT. Djarum Kudus dengan disiplin belajar anak di SMA N 1 Jekulo Kudus Tahun Pelajaran 2010/2011” , diterima, karena teruji kebenaranya.

PEMBAHASAN
Dari hasil penelitian menegaskan bahwa 80% pola asuh pada ibu pekerja di pabrik Rokok PT.Djarum Kudus pada siswa SMA N 1 Jekulo yang diterapkan adalah pola asuh otoriter. Dengan adanya pola asuh seperti itu anak harus memenuhi keinginan orang tua mereka. Dengan diterapkan pola asuh otoriter pada anak maka anak akan benar-benar patuh, tunduk terhadap orang tua, anak memiliki kesetiaan yang tinggi terhadap orang tua, anak benar-benar tanggung jawab dengan tugas yang diberikan.
Menurut Baumrind (1971) dikutip dari Santrock (1995 :257) menekankan tiga tipe yang berkaitan dengan aspek yang berbeda dalam perilaku sosial anak : otoriter, permisif dan demokratis. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi anak dalam pembentukan persepsi anak, dipengaruhi oleh faktor keluarga dan faktor lingkungan. Kartono-Kartini mengemukakan tentang pengaruh orang tua dalam pembentukan persepsi anak, apakah ia akan memandang dirinya kurang atau lebih dengan orang lain, semua itu ditentukan oleh perlakuan orang tua dengan anak.
Berkaitan dengan hal tersebut, pola asuh orang tua dapat berpengaruh dengan disiplin belajar anak. Disiplin belajar adalah pola tingkah laku yang selalu mengikuti peraturan yang telah ditetapkan, untuk melakukan aktifitas secara sengaja menyebabkan perubahan yang relatif tetap dalam pengetahuan, sikap maupun tingkah laku.
Berbagai faktor yang mempengaruhi disiplin belajar anak yaitu, pendidikan orang tua, berlatih dan membiasakan diri berperilaku sesuai dengan nilai-nilai moral, kontrol orang tua untuk mengembangkan sikap disiplin, jenis kelamin anak dan usia anak. Berdasarkan hasil laporan dari orang tua siswa, anak-anak mereka membiasakan diri belajar pada malam hari, mengerjakan tugas-tugas pekerjaan rumah atau sekedar membaca materi pelajaran.
Disiplin belajar adalah pola tingkah laku yang selalu mengikuti peraturan yang telah ditetapkan, untuk melakukan aktivitas secara sengaja menyebabkan perubahan yang relatif tetap dalam pengetahuan, sikap maupun tingkah laku. Sikap disiplin tidak tumbuh dengan sendirinya pada individu melainkan harus dilatih dan terus berusaha untuk selalu bersikap dalam disiplin. Termasuk juga disiplin belajar, dalam hal ini diperlukan perhatian orang tua yang benar-benar intens dalam membentuk sikap anak-anaknya untuk disiplin belajar.
Dari uraian di atas, menunjukan bahwa pola asuh orang tua berhubungan erat dengan terbentuknya sikap disiplin belajar pada anak, karena perlakukan orang tua dalam keluarga akan ditiru dan diikuti oleh anak – anak dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dan pembahasan, maka saran untuk penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Orang tua hendaknya meningkatkan segala upaya demi terciptanya anak-anak yang qualified yang mesti sangat menunjang terciptanya kedisiplinan yang hendak dicapai bersama, sehingga pola asuh orang tua yang betul dan sesuai dengan ajaran-ajaran agama adalah mutlak diperlukan, (2) siswa hendaknya juga menyadari bahwa segala upaya dan usaha yang dilakukan orang tua adalah untuk dirinya demi masa depan yang dihadapi. Untuk itu adalah merupakan kewajiban bagi anak untuk selalu mewujudkan sikap hormat yang menghargai para orang tuanya, (3)  Guru dan wali kelas diharapkan banyak memberikan bimbingan pada siswa agar siswa selalu mencanangkan sikap disiplin dalam kehidupan sehari-harinya terutama disiplin dalam belajar. Karena selain orang tua guru juga memiliki pengaruh yang kuat dalam membantuk karakter siswa, dan (4) diharapkan pihak sekolah juga ikut memantau perilaku siswa terutama dalam hal kedisiplinan, sehingga apabila ada siswa yang bermasalah dengan kedisiplinan pihak sekolah dapat memberikan surat pemberitahuan atau peringatan kepada orang tua, agar orang tua lebih memperhatikan sang anak.

DAFTAR  PUSTAKA
Anton M. Moeliono. 1996. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Diana Baumrind. 1986. Sosialisation and Instrumentasl Compotence in young Children. Massachustts Toronto London Company.

Elizabeth B. Hourlock. 1988. (Diterjemahkan Meitasari Tjandrasa). Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga.

Hadi Subrata. 1999. Pengembangan Anak Balita. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Hafi Anshari. 1991. Dasar-dasar Ilmu Jiwa Agama. Surabaya: Usaha Nasional.

J. Singgih D. Gunarsa. 1979. Psikologi Remaja. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Meitasari Tjandrasa. 1988. Psikologi Kepribadian Anak. Jakarta Balai Pustaka.

Moh. Shokid. 1998. Pola Asuh Orang Tua dalam Membantu Anak Mengembangkan Disiplin Diri. Jakarta: Rineka Cipta.

Oemar Hamalik. 1983. Metode Belajar dan Kesulitan Belajar. Bandung:  Tarsito.

S.C. Utami Munandar. 1982. Pedoman Anak Berbakat Suatu Studi Penjajagan, Jakarta: CV. Rajawali.

Sri Mulyani Martinah. 1996. Peranan Orang Tua dalam Perkembangan Kepribadian. Yogyakarta: Jiwa Baru.

Sugiyono. 2006. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Suharsimi Arikunto. 1997. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Susanto. S. Astrid. 1993. Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sosial, Jakarta: Rineka Cipta.

Sutopo Yeri. 1991. UU RI No. 4 Tahun 1979 : Perlindungan dan Kesejahteraan Anak. Jakarta.

Tri Dayakisni. 1998. Perbedaan Intensi Pro Sosial Ditinjau dati Pola Asuh Orang Tua. Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM.

Winarno Surakhmad. 1978. Dasar-dasar Teknik Research. Bandung: Tarsito.

WJS. Poerwodarminto. 1985. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

0 komentar:

Post a Comment

Search

INFORMASI PEMBAYARAN KMD

INFORMASI PEMBAYARAN KMD

Form Pengajuan Judul Skripsi 2017/2018

Agenda

Agenda

Informasi Akademik Terbaru

Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling

Hari: Sabtu, 6 Agustus 2016
Pembicara :
1. Drs. Nasruddin (Dirjen PAUD Dikmas)
2. Dr. Muh Farozin, M.Pd (Ketua Program Studi BK Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta)
3. Dr. Santoso, M.Pd. (Koordinator CYLIN UMK dan Sekretaris Program Pascasarjana S2 Pendidikan Dasar Universitas Muria Kudus)

Artikel Terpopuler

Arsip Berita

Powered by Blogger.

Download

Materi Kuliah Perdana (5 Maret 2014) Oleh: Dr. Adi Atmoko, M.Si